Refraksi

Sudah cukup lama tak menggores kalimat di dunia maya. Tiba-tiba teringat ketika pertama kali membuat blog, bercita-cita untuk menjadi panah dengan tulisan. Berharap cita-cita tersebut dapat tercapai, namun disadari tanpa ada usaha yang berarti tentu semua menjadi nol. Refraksi diri ketika membaca kembali diary yang ditulis dengan tangan ternyata begitu banyak kenangan yang telah terekam. Baik kenangan bahagia maupun sedih, berapa banyak orang di sekitar yang tertawa bahagia karena diri ini atau mungkin bersedih serta marah karena kelakuan diri.

Sadar ataupun tidak, ternyata banyak hal di lingkungan kita berada yang memengaruhi kepribadian. Seperti seorang gadis yang manja terhadap keluarganya, ketika ibunya tiada gadis tersebut secara perlahan tapi pasti berubah sifatnya. Menjadi lebih bertanggung jawab serta lebih memaknai kehidupan ini. Namun, mungkin bagi keluarga besar atau ayah gadis tersebut tetap merasa bahwa gadis tersebut kecilnya masihlah gadis yang sama, gadis kecil yang dicintainya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s