Celotehan…

Ketika masih bayi…

Keinginan tuk belajar sangat besar

Belajar meniru suara, merangkak

Tahap demi tahap dilalui

Tanpa ada rasa beban

Lambat laun belajar berdiri, kemudian berjalan

Ketika mampu berjalan, mulai berlari

Keingintahuan begitu besar

Ketika itu, tahun-tahun emas kehidupan pertama

 

Lambat laun, telah mengenal namanya kegagalan

Semakin lama rasa minder menggaung di dalam dada

Semakin hari, rasa itu berkembang pesat

Merasa bersalah…

Merasa tak mampu melewati kehidupan ini

 

Di luar sana, banyak orang yang sukses. Namun, diri ini hanya terkungkung dalam kegelisahan. Meratapi nasib yang selalu gagal, padahal Allah menciptakan sebuah gadget yang begitu canggih, lebih canggih di banding komputer tercanggih buatan manusia, yaitu Otak.

 

Manusia mampu berpikir, mengolah data menjadi jutaan memori yang dapat di ingat sepanjang hidupnya. Begitu istimewanya gadget tersebut… Namun, yang terjadi kebanyakan belum mempergunakannya secara maksimal. Bahkan ilmuwan telah meneliti kapasitas Otak Enstein, yang katanya adalah orang tercerdas di abad ini. Namun, baru sekitar 5-6 % kapasitas otak yang di eksplorasi.

Alangkah naifnya seseorang yang mengatakan bahwa orang tersebut adalah orang yang bodoh, padahal setiap manusia memiliki kapasitas otak yang sama, yaitu 1 milyar neuron yang akan terhubung, bagaikan kabel-kabel rumit yang terhubung. 

Gambar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s