Antara 19 dan 91

Pada hari Rabu, 4 Juni 08 adalah waktu untuk kelas X-5 hingga X-7 untuk mengembalikan buku perpustakaan yang di pinjam. Tak terkecuali aku.

Seperti anak-anak yang lain karena hari itu udah gak ada namanya kegiatan belajar mengajar, karena sekarang lagi ‘class meeting’ dan juga minggu remedial. Hari itu kelasku gak ada remedial ataupun ulangan, pokoknya kosong. Rencana sih, usai mengembalikan buku mau langsung pulang.

Namun, ternyata Nur tidak membawa buku. Karena takut kalau besoknya kena denda maka, dia pulang deh!… Tinggallah aku, Neng, dan Riri.

Mulailah petualangan untuk menunggu giliran mengembalikan buku. “Duh, rame banget!…” Selain itu suasana yang panas tambah panas aja.

Akhirnya, tibalah waktuku untuk mengembalikan buku. “Hore!…” Tiga buah buku sudah kuberikan kepada penjaga perpus. Buku pertama fisika lolos, sesuai nomornya, lalu matematika lolos juga sesuai nomornya, lalu bahasa indonesia… Bapak penjaga perpus memperhatikan bukunya. 

Bapak Perpus : “Dek, ini no. bukunya 91. Tapi seharusnya di kartu perpus tertera no. 19”

Aku                : “Ha… Lalu, harus bagaimana dong Pak?”

Bapak Perpus : “Ya, kamu harus cari dulu buku yang tertulis No. 19!”

Aku                : “Ups, yah gak bisa dong Pak, kalau dikumpulin sekarang?”

Bapak Perpus : “Iya, selama kamu belum bisa mendapatkan bukunya.”

Ya sudahlah terpaksa dengan rasa kecewa aku pun turun, karena perpustakaan berada di lantai 2. Aku putar otak, sama siapakah bukuku gerangan?… Aku pun menuju ruang PMR mencari Zahra. Ya ampun, dia hari itu gak masuk!!..(sakit sih). kelasku yang jelas-jelas terpisah dari bangunan utama (jauh deh). Aku ubek-ubek kolong meja (kalau-kalau ada buku bahasa indonesia yang tertinggal dengan nomor 19). Hasilnya pun nihil!!!…

Aku tanya teman2 yang pernah meminjam buku pun nihil. Malah ada yang bilang “Jangan-jangan Bapaknya yang salah tulis. Seharusnya 19 malah 91 gara-gara kebalik bukunya.” Apa iya??? Udah cape cari2 buku aku putuskan pulang deh!!! (akhirnya)… Padahal saat itu benar-benar takut kalau kena denda (masih menjadi anak yang rajin)…

Di rumah aku menelepon beberapa temanku, dengan tujuan yang sama mencari buku dengan no. 19.

Setelah aku menelepon beberapa temanku hasilnya sama aja, nihil!!!

Hari ini aku putuskan mengembalikan buku tersebut. Tapi, hampir sama kayak kemarin Bapak Perpus itu masih gak percaya. Mulailah pencarian buku bahasa indonesia dengan no. 19. Pertama-tama di cari dari kelas X-6, ternyata gak ada. Lalu, kelas yang lain. Namun, ternyata percuma gak ada hasilnya.

Terbukalah hati Bapak Perpus (aku gak tahu namanya), untuk menerima buku itu! Alhamdulillah, akhirnya. Capek juga! harus berpetualang mencari no. 19 yang ternyata menjadi no. 91!!!

Tapi gak apa-apalah yang jelas gak kena denda ini!

 

4 thoughts on “Antara 19 dan 91

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s