Buntu

Angin sepoi-sepoi datang menghalauku

Sungguh aku bingung tak ada kata-kata lagi

          Semua telah kosong di makan khayalan

          Otakku makin buntu dalam derita nestapa.

 

          Semua telah berakhir dalam penantian panjang

          Yang semakin membingungkan diriku

          Perasaan apakah ini yang datang silih berganti

          Mengikuti arungan hidup.

 

          Luka-luka nestapa di masa lalu

          makin menbuncah dalam kalbu

          Semua terbuka ketika gejolak hati datang

          Menanti masa depan yang kurasa makin buntu

          Wahai buntu jangan kau ambil semua anganku!

 

          Ku mohon dalam seksama menanti remaja

          Dalam dekapan semua cinta

          Jangan kau ambil pula segala cintaku sepenuh hati

          Untuk Sang pemberi cinta. Ilahi ya… Rabbi.

 

           

Sabtu, 1 April 06

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s