Menanti

Setiap detik demi detik telah terekam
Membentuk berjilid-jilid diary
Siap dibaca bagi sang pemotivator
Tiap kurun waktu aku berjalan
tertatih-tatih…
Menerobos setiap halang-lintang
Mendamba kesuksesan di akhir hidup.

Sudah lama ku termenung
Membuang waktu percuma
Hanya untuk menanti… dan menanti…
Di kala senja sudah datang
dan fajar telah menyingsing
di ufuk Timur.

Nyanyian ayam berkokok
Bersahut-sahutan
Bersama lafadh sang Muadzin.

Menanti dalam embun pagi
yang masih butir…
Berpeluh mendidih
di atas ubun-ubun
yang samar termakan usia
di bawah rindunya penantian.

2 thoughts on “Menanti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s